Juru Bicara untuk Gugas CoViD-19 / Arnold Weiong Cadiz Departemen Kesehatan /

BARUSJAM.Net, Staf medis yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Porner Paer Paser (PPU) untuk ditempatkan di Rumah Sakit Kabupaten Pratama (RS) ditunda segera setelah mereka diimplementasikan.

Ini karena kehadiran Corona Virus Desiase (Covid-19) di Kabupaten PPU. Dr. Arnold Wayong, Kepala Satuan Tugas Pelayanan Kesehatan dan Juru Bicara (Juru Bicara) untuk Mempromosikan Pemrosesan Covid-19 Pegawai Pemerintah Daerah dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai tahun 2020 harus mengikuti pelatihan dasar (latsar) atau posisi sebelumnya

"Latsar diwajibkan oleh pejabat yang memiliki 80% hingga 100%. Begitu juga gajinya dari 80% hingga 100%," ketika Arnold bertemu seorang wartawan di kantornya, Senin (8/6/2020)

Dan sementara Latsar terjadi dan belum selesai, Pandemi Covid-19 keluar. Saya melihat situasi ini dan berkonsultasi dengan Bupati PPU Abdul Gafur Masud. Setelah berkonsultasi dengan pemimpin setempat. Jadi pemerintah memutuskan untuk menindaklanjuti Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Sepaku setelah epidemi Covid-19 selesai.

"Bupati mengatakan dia akan membereskannya setelah Kovid selesai, dan setelah Kobid selesai, kita hanya berpikir untuk menjalankannya," katanya.

Selain itu, ada sekitar 20 staf medis yang berpartisipasi dalam Latsar dan kemudian dikerahkan ke Rumah Sakit Pratama, mengarahkan mereka untuk menjadi rumah sakit pendukung di sekitar wilayah kecamatan dan PPU.

"Saya juga bisa membantu rumah sakit karena saya juga bekerja di Rumah Sakit Latsar."

Arnold Wayong juga mengatakan bahwa semua persiapan oleh fasilitas rumah sakit visual dan primer dan oleh staf medis siap untuk bekerja. Namun, pada awal operasi, rumah sakit utama tidak dapat dioperasikan selama rumah sakit telah beroperasi untuk waktu yang lama.

"Tapi itu semua harus dimulai tepat waktu. Dalam prosesnya (Rumah Sakit Primer)," kata Puskesmas PPU. Dipimpin Arnold Wayong. "

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here